Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, Dinkes Kukar Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

img

Kondisi kabut asap terpantau menyelimuti Kecamatan Tenggarong, dipotret dari Jalan Pahlawan, Bukit Biru. (Kriz)

 

POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR : Kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) dalam tiga hari terakhir mulai mengubah aktivitas masyarakat.

 

Kondisi udara yang memburuk membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar meminta warga mengurangi kegiatan di luar ruangan untuk menghindari paparan asap.

 

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufidah mengatakan, kondisi udara saat ini sudah berada pada level yang perlu diwaspadai. Masyarakat diminta lebih berhati-hati, terutama ketika harus beraktivitas di luar rumah.

 

“Sudah berbahaya. Makanya kita sudah harus pakai masker. Kalau tidak ada kepentingan, baiknya tidak usah beraktivitas di luar dulu,” ujarnya saat dihubungi pada Jumat (18/9/2026).

 

Kondisi tersebut juga menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan.

 

Dinkes melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi untuk menyesuaikan aktivitas belajar mengajar dengan kondisi udara di masing-masing wilayah.

 

“Untuk pendidikan, kita koordinasikan dengan instansi terkait. Karena kondisi setiap wilayah berbeda, pelaksanaannya juga kita sesuaikan dengan keadaan di lapangan,” kata dia.

 

Untuk satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar, pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) telah diarahkan melalui surat edaran.

 

Kebijakan tersebut tidak diterapkan secara seragam karena sekolah diminta melihat kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

 

Koordinasi juga dilakukan dengan Kementerian Agama (Kemenag) Kukar untuk sekolah yang berada di bawah kewenangannya.

 

Ismi menyebut Raudhatul Athfal, MI, MTs hingga MAN telah menginstruksikan pelaksanaan PJJ hingga Minggu sebelum dilakukan evaluasi kembali.

 

“Kita lihat sampai Minggu. Setelah itu kita evaluasi lagi bagaimana kondisi udaranya,” tuturnya.

 

Sementara untuk SMA, SMK dan SLB yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Dinkes Kukar tetap memberikan rekomendasi agar aktivitas pembelajaran menyesuaikan kondisi kualitas udara.

 

Penyesuaian aktivitas juga dilakukan di lingkungan pemerintahan. Dinkes Kukar telah berkomunikasi dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar agar kegiatan ASN di luar ruangan dikurangi selama kondisi udara masih memburuk.

 

Kegiatan seperti apel pagi maupun senam dianjurkan dilakukan di dalam ruangan. Jika kondisi tidak memungkinkan, kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara daring.

 

Bagi sebagian warga, kabut asap juga membuat aktivitas harian perlu disesuaikan. Salah satunya yang dirasakan oleh Dwiky, warga Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong yang bekerja sebagai freelancer dan terbiasa bekerja dari rumah, mengatakan kondisi tersebut tidak terlalu mengganggu pekerjaannya karena sebagian besar aktivitas kerjanya dilakukan di dalam rumah.

 

“Kalau untuk kerja saya memang lebih banyak dari rumah, jadi sebenarnya tidak terlalu mengganggu pekerjaan. Tapi kalau keluar rumah, asapnya cukup terasa jarak pandang juga kurang dari kemarin,” ujarnya.

 

Meski lebih banyak bekerja dari rumah, ia tetap harus keluar untuk sejumlah keperluan.

 

Kondisi udara yang dipenuhi asap membuatnya memilih membatasi aktivitas di luar rumah.

“Kalau tidak ada keperluan, saya lebih pilih tetap di rumah, mulai ngurangi ngopi di luar lah. Apalagi sekarang asapnya kadang bisa bikin sesak dada,” tutupnya. (Adv/Kriz)